gadis berjilbabb

Taking the 'fashion' out of Hijab and injecting some Taqwa into our hearts
Recent Tweets @balqisduriyyah

Shabaahal khair guys!! Kayfa haalukum? Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Topik #notesfromQatar kali ini saya akan menuliskan tentang sabar! Sulit ga ya untuk menjadi orang yang sabar? Hmmm saya juga tidak tahu pasti, tapi yang pasti beberapa hari ini banyak teman-teman di twitter yang meminta saya untuk menulis tentang sabar. Mungkin pemanasan global yang terjadi di bumi ini menyebabkan pemanasan global juga di dalam otak dan hati orang-orang sehingga doyan marah-marah hehehe.. .

Coba inget-inget deh, dalam hidup ini kita pasti pernah ngomong kalimat yang kurang lebihnya seperti ini, “Untung gue masih sabar, kalo ga udah gue sate lo!” atau “Udah sabar aja, orang sabar disayang Tuhan” atau “Kesabaran gw juga ada batasnya ya! Jangan macem-macem lo!” hehehe… Pernah kan? Lalu pertanyaannya adalah, apa itu sabar? Mengapa kita harus sabar? Apa keutamaan dari bersabar? Dan apakah memang sabar itu ada batasnya? Mari kita diskusikan bersama! :) .

Bentuk Kesabaran Kata ‘sabar’ berasal dari bahasa arab ‘shobaro’ yang berarti menahan atau mencegah. Sabar termasuk akhlak utama yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur’an. Menurut Imam Al-Ghazali, Allah menyebutkan sabar di dalam Al-Qur’an lebih dari 70 tempat. Kata ‘sabar’ sering disebut di dalam Al-Qur’an karena Allah memang tahu bahwa untuk menjadi sabar itu tidak mudah karena dibutuhkan suatu konsistensi dan komitmen yang kuat dalam diri manusia. .

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kesabaran adalah kunci untuk meraih segala kebaikan dan kebahagiaan. Salah seorang sahabat Rasulullah yang menjadi idola saya, Umar bin Khatab, pun pernah berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.” Kata sabar bermakna luas dan ada dalam berbagai bentuk di dalam kehidupan yang kita jalani. Saya akan coba merangkumnya dalam 4 bentuk. .

1. Sabar dalam menghadapi cobaan/ujian Ini adalah bentuk kesabaran yang pertama. Setiap manusia di dunia ini PASTI akan menghadapi cobaan dan ujian, bahkan mungkin musibah. Ini adalah hal yang pasti, cuma yang membedakan adalah bentuk ujian dan cobaannya aja. Saya atau anda pun mungkin akan berbeda dalam menjalani ujian yang diberikan oleh Allah. Namun, tujuan dari kita semua pasti sama, yaitu untuk meningkatkan tingkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. . Untuk lebih memahaminya, analogi mudah menghadapi ujian itu mungkin sama seperti murid SMA yang akan menjalani UAN (Ujian Akhir Nasional). Hasil akhirnya nanti akan ada 2: lulus atau tidak lulus. Jika lulus, maka dia akan naik ke tingkat selanjutnya (universitas) dan jika tidak lulus maka dia gagal dan harus mengulang di tahun selanjutnya. Menghadapi ujian pun sama persis seperti itu. Jika mampu menghadapinya, maka kita akan lulus dan naik tingkat di sisi Allah. Tapi jika tidak sabar menghadapinya, maka kegagalan yang akan kita dapatkan. .

Allah sudah menjelaskan hal ini di dalam Al-Qur’an, “Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘kami telah beriman’. Sedang mereka belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang benar dan Dia Maha Mengetahui orang-orang yang berdusta.” (QS. Al-Ankabut [29]: 2-3) .

Jadi jelas bahwa untuk mencapai tingkat keimanan, seseorang harus diuji dulu. Bagaimana caranya agar berhasil menghadapi ujian? Ya harus dengan kesabaran! Namun pada saat menghadapi ujian, manusia sering merasa bahwa ujian yang ditimpakan kepadanya adalah yang paling berat se-dunia. Akhirnya, banyak yang tidak sabar menghadapi ujian yang diberikan, lalu ingin segera menyelesaikannya dengan jalan pintas, yaitu dengan bantuan tali rafia untuk gantung diri, minum baygon atau ngemil racun tikus hehehe.. .

Dalam ayat lain juga Allah berfirman, “Sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155) . Dari ayat di atas, kita bisa melihat ternyata cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah itu banyak macamnya. Kemiskinan dan kekurangan harta mungkin bisa jadi adalah ujian yang paling berat untuk dihadapi. Makanya Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran dan kekufuran akan semakin mendekatkan kepada api neraka. Contoh mudahnya kita sering menyaksikan atau membaca di berita banyak orang yang bunuh diri akibat tidak sanggup menghadapi kemiskinan atau ada orang-orang yang menukar keimanannya (pindah agama) hanya untuk sekardus mie instan atau sepaket sembako. . Karenanya, sabar dalam menghadapi kemiskinan dan kekurangan harta adalah bentuk kesabaran yang paling krusial. Jika orang mampu menghadapinya, maka ia akan tumbuh menjadi orang-orang yang kuat mental dam imannya. Namun jika tidak, maka peluang untuk terjerumus ke dalam kemungkaran sangat besar. Lalu, bagaimana kalau sebaliknya, kita malah diberikan kekayaan dan kelebihan harta? Ya dengan cara bersyukur tentunya! Salah satunya, coba dibantu itu tetangga-tetangga atau saudara-saudaranya yang kesusahan ok? :) .

2. Sabar dalam menghadapi kezaliman Nah, ini adalah bentuk kesabaran ke-dua. Dalam hidup ini, sudah menjadi hal yang wajar bahwa tidak semua orang akan senang kepada kita. Sebaik apapun itu orang, pasti akan ada yang tidak suka. Seorang Nabi Muhammad saw yang bersih dari dosa pun masih ada saja yang tidak senang kepadanya. Kalau seorang nabi saja ada yang tidak suka, apalagi kita manusia? Ada kalanya kita difitnah untuk sesuatu yang tidak kita kerjakan, ada kalanya orang-orang ingin menjatuhkan kita karena persaingan, dan ada juga memang orang-orang yang kerjaannya hanya untuk membenci dan mencari-cari kesalahan kita untuk apapun yang kita kerjakan. Jadi memang dalam hidup ini pasti akan ada orang-orang yang tidak suka dengan kita, atau sebutan kerennya “haters”. Tapi gapapa, it’s normal. We can’t make thousands of friends without making some haters. Kalau kata Paulo Coelho, “Haters are confused admirers who can’t understand why everybody else likes you.” Orang-orang yang tidak senang kepada kita ini mungkin tidak habis pikir kenapa banyak orang yang suka dengan A, misalkan. Jadi, cara untuk menjatuhkan si A ya dia akan berusaha dengan segala macam cara, baik itu dari yang baik-baik hingga memfitnah dan menzalimi dengan cara-cara tidak sehat.; Tenang aja, jangan sedih saat kita difitnah, ditindas atau dizalimi. Allah tidak pernah tidur, Dia Maha Mengetahui dan Maha Adil terhadap apa yang dilakukan hamba-hamba-Nya. Percayalah, betapapun beratnya fitnah dan bentuk ketidakadilan yang dihadapi, Allah akan selalu ada bersama kita. Bukankah Dia sendiri yang mengatakan

di dalam Al-Qur’an, “Laa tahzan, innallaaha ma’anaa…” yang artinya, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…” (QS. At-Taubah [9]: 40).

Dalam ayat yang lain dikatakan, “innallaaha ma’ashshaabiriin” atau Allah bersama orang-orang yang sabar. Namun, sebagai manusia biasa yang lemah, di saat mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi dahsyatnya, terkadang iman kita tidak cukup kuat, mengalami keletihan, dan kesabaran pun hilang. Maka dari itu, Allah sudah memberikan solusi yang terbaik, yaitu dengan cara selalu mengingatnya (dengan cara shalat) dan juga melalui kesabaran.

Itulah sebenar-benarnya penolong dan sebagai kunci untuk meraih kemenangan. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Tentunya harus dipahami bahwa konsep sabar dalam Islam bukan berarti kita hanya pasrah dan diam berpangku tangan dalam menghadapi segala fitnah, penindasan dan kezaliman. Ada saat kita harus melawan jika memang sudah keterlaluan agar kebenaran bisa ditegakkan. Sabar bukan hanya pasif berdiam diri, tapi ia adalah sikap aktif dan melakukan aksi dengan ketenangan, tanpa emosi, melalui perhitungan yang matang dan berorientasi ke depan untuk menghasilkan manfaat. Inilah strategi yang dijalankan oleh para nabi dan rasul di zaman dulu saat menghadapi kezaliman para musuh-musuh Islam.

3. Sabar menahan dari berbuat dosa Bentuk ketiga dari sabar yaitu menahan diri dari berbuat dosa. Memang agak berat, karena ya namanya manusia itu tempatnya salah dan dosa hehehe.. Tapi, tentunya bukan karena pepatah itu kita jadi brutal dan seenaknya melakukan dosa. Paling tidak kalo bandel jangan parah-parah amat lah, nanti kalo udah kebablasan bisa repot! Setuju bos-bos semua?; Sabar dalam bentuk ini adalah berupa “ketahanan jiwa” seseorang untuk mengendalikan segala dorongan hawa nafsunya yang selalu dihasut oleh tipu daya syetan untuk melakukan dosa dan penyimpangan dari jalan Allah Swt. Apalagi di abad ke-21 ini, pengaruh lingkungan pergaulan sangat riskan dan adanya segala fasilitas yang memudahkan untuk berbuat dosa dan kejahatan. Kalau kata bang napi, “Kejahatan terjadi bukan saja disebabkan karena orangnya, tapi karena adanya kesempatan. Waspadalah!” hehehe.. Hawa nafsu memang musuh terberat manusia, jauh lebih berat dari sekedar musuh dalam peperangan. Musuh dalam peperangan yang kita hadapi itu nyata dan jelas terlihat, sehingga kita tahu mana yang harus dibasmi. Tapi hawa nafsu itu tidak terlihat dan sering kali tidak tahu bahwa itu adalah musuh kita. Makanya Rasulullah pernah mengatakan setelah pulang dari Perang Badar yang amat dahsyat bahwa perang terberat bukanlah Perang Badar, tapi peperangan terberat adalah perang melawan hawa nafsu. Sebagai manusia, kita seharusnya mampu untuk bisa sabar dalam mengelola hawa nafsu kita, Lho kok bisa? Ya karena itu yang membedakan manusia dari binatang dan malaikat. Seperti yang kita ketahui, binatang itu kan tidak memiliki akal dan isi otaknya cuma nafsu syahwat dan teman-temannya. Makanya kenapa kita sering sekali menemui kucing yang lagi asik templok-templokan alias melakukan ritual kawin di jalanan hehehe.. ya wajar saja karena mereka ga punya akal untuk berpikir, jadi binatang itu tidak memiliki suatu “kekuatan” untuk melawan syahwatnya tersebut. “Kekuatan” yang dimaksud inilah yang dinamakan sabar. Jadi ya kalo kucing lagi pengen kawin yaudah kawin aja, dijalanan juga dijabanin, ga pake istilah sabar karena emang udah ga bisa ditahan lagi, namanya juga binatang. Tapi coba kita manusia, dengan catatan manusia waras ya, pastinya ga bakalan mau kawin sembarangan di jalanan, karena manusia diberikan suatu “kekuatan” untuk menahan, yang disebut kesabaran. Kecuali kalo manusianya udah error.; Kebalikan dengan malaikat, makhluk ini telah dibersihkan dari nafsu syahwat sehingga selalu akan condong kepada kesucian, menjadi makhluk yang patuh kepada perintah Allah dan tidak akan menyimpang atau aneh-aneh. Sehingga, malaikat pun tidak membutuhkan suatu “kekuatan” untuk melawan setiap kecenderungan buruk yang akan dilakukan. “Kekuatan” ini lah yang disebut juga sebagai kesabaran. Lha ya orang ga pernah melakukan kejahatan, jadi ya tidak akan pernah melenceng. Inilah yang membedakan antara ketiganya. Manusia adalah makhluk yang berakal dan diberikan cobaan di dalam hidupnya, maka sabar adalah suatu “kekuatan” yang dibutuhkan untuk melawan “kekuatan” lainnya, positif melawan negatif. Sehingga akan terjadi suatu pertempuran antara yang baik dengan yang buruk, atau mungkin nama lainnya antara dorongan untuk menjadi baik dan dorongan syahwat.

4. Sabar menunggu Nah ini bentuk terakhir dari sabar, yaitu sabar menunggu! Menunggu apa? Ya nunggu apa aja hahahaa… Sabar model terakhir ini susah-susah gampang untuk dijalani karena manusia memang maunya serba instan. Padahal ingat, tidak ada yang instant di dunia ini kecuali pop mie! Sabar dalam menunggu berarti kita menempatkan sesuatu sesuai dengan prosedur yang ada. Ketidaksabaran akan berakibat kepada tindakan yang tergesa-gesa dan hasil yang didapat akhirnya malah kacau semuanya. Sikap tidak sabar biasanya adalah awal munculnya kejahatan. Contohnya, orang yang ingin cepat-cepat menjadi kaya tanpa mau bekerja. Solusinya? korupsi atau berjudi. Sumbernya satu saja kan sebenarnya, hawa nafsunya yang tidak bisa dikontrol karena ingin cepat memiliki harta yang banyak, tidak peduli bagaimanapun caranya. Kesabaran untuk mengikuti segala proses adalah hal mutlak yang harus dilakukan jika ingin meraih kesuksesan.

lihatlah kisah Nabi Muhammad saw yang berjuang tanpa gigih selama 23 tahun dalam mengemban tugas kenabiannya untuk memperbaiki akhlak manusia dan mensyiarkan agama Islam. Hinaan, cacian, ancaman fisik, siksaan, bahkan ludah dihadapi Rasulullah setiap harinya. Tidak peduli dengan itu semua, beliau tetap berjuang dengan penuh kesabaran. Akhirnya, Rasulullah berhasil meraih kemenangan saat Islam telah tersebar ke seluruh penjuru dunia dan namanya dikenang sepanjang masa. Semua orang yang sukses pasti harus menjalani kesabaran dalam prosesnya. Seorang petani harus menunggu 3-4 bulan sawahnya untuk bisa dipanen. Seorang nelayan harus sabar menunggu ombak yang bersahabat untuk bisa melaut. Seorang pedagang juga mesti menunggu dengan sabar para pembeli yang lewat di depan barang dagangannya. Seorang penulis bisa membutuhkan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu untuk menghasilkan satu tulisan. Pengarang lagu pun membutuhkan kesabaran dalam membuat satu lagu agar enak didengar. Seorang orang tua harus sabar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Seorang mahasiswa harus sabar saat menunggu hasil ujiannya keluar. Seorang guru harus sabar dalam mengajar murid-muridnya.Dan selanjutnya, untuk para kaum hawa pun harus bersabar saat menunggu lelaki impiannya datang hehehe.. Intinya, sabar is everywhere! Sabar Membawa Kemenangan “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat yang baik, (yaitu) Surga ‘Aden yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), ‘Salaamun ‘alaikum bimaa shabartum’ (keselamatan untukmu karena kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 22-24) Kita sering menjumpai pertanyaan atau mungkin pernah bertanya dalam diri sendiri, “Sabar itu ada batasnya ga sih?” Kalau saya jawab ya sabar itu gak ada batasnya! Kalau sudah ada batasnya ya berarti udah ga sabar lagi hehe.. Sikap sabar tidak ada batasnya karena diri kita sendiri-lah yang menentukan batas kesabaran kita, dan semakin tinggi kesabaran seseorang maka semakin menunjukkan tingkat keimanan yang dimilikinya. Kalau sabar kita sampai titik C misalkan, ya berarti tingkat keimanan kita hanya sampai titik C. Padahal masih ada titik D,E, dan F yang bisa kita capai jika kita bisa lebih sedikit bersabar. .

Untuk menutup tulisan tentang kesabaran ini, saya ingin bercerita sedikit tentang yang lagi hot di Qatar sini. Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa pada tanggal 2 Desember 2010 kemarin, Qatar baru saja terpilih oleh FIFA sebagai tuan rumah piala dunia 2022. Setelah melalui 4 putaran, akhirnya Qatar berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor yang cukup telak, 14 suara berbanding 8. Qatar pun mencetak sejarah dengan menjadi negara Arab pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sehingga, ini bukan hanya menjadi kemenangan Qatar, tapi untuk seluruh negara-negara Arab dan Timur Tengah. Kesabaran adalah kunci kemenangan Qatar, termasuk tentunya kerja keras dan berbagai faktor lainnya. Kesabaran yang saya maksud disini adalah karena pada awalnya Qatar termasuk yang diremehkan tidak akan bisa terpilih menjadi tuan rumah piala dunia karena berbagai alasan, diantaranya karena Qatar negara kecil, infrastruktur (stadion-stadion) belum siap dan cuaca yang sangat ekstrem (bisa mencapai 50 derajat celcius pada bulan Juni-Juli). Tidak peduli dengan pendapat miring itu, Qatar terus bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Dengan bermodalkan uang yang hampir tidak tak terbatas, Qatar terus mempromosikan tentang kampanye piala dunia. Hampir di seluruh kota Doha, pemandangan “Qatar World Cup 2022 Bid” terus dikampanyekan dengan slogan “Expect Amazing!” Mereka pun menyebut dirinya dengan “The Bidding Nation”. Akhirnya dengan kesabaran yang ditopang oleh semangat dan ketekunan, Qatar berhasil meyakinkan FIFA dan memenangkan pertarungan dengan mengalahkan Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Korea Seatan. Akhirnya, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menghadapi segala ujian hidup baik berupa kesulitan, fitnah, kezaliman, hinaan, dsb. Semoga dengan itu maka Allah akan memberikan ganjaran terbaiknya bagi kita, yaitu berupa rahmat, kebaikan seperti dalam firman-Nya, “Mereka itulah (orang-orang sabar) yang akan mendapatkan keberkahan sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka…” (QS. Al-Baqarah [2]: 1

Sooooo ladies and gentlemen, siap untuk lebih sabar hari ini???

  1. lulyrodhiatulkhusnah reblogged this from gadisberjilbab
  2. secangkirtehhangat reblogged this from gadisberjilbab
  3. eniaer reblogged this from gadisberjilbab
  4. gadisberjilbab posted this